JURNAL
Nama : Nur Putri Ramadhani
Prodi : Pendidikan Agama Islam
Judul jurnal : Peran Media Sosial dalam Menunjang Pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dan Pembinaan Karakter Mahasiswa
Penulis/Penerbit : Faqihatin
Peran Media Sosial dalam Menunjang Pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dan Pembinaan Karakter Mahasiswa
Abstrak
Media sosial menjadi konsumsi sehari-hari hampir sebagian umat manusia di seluruh dunia. Hal yang paling menonjol dari generasi milenial adalah demikian gandrung dengan internet dan melek informasi. Kemajuan inernet seakan menjadi dunia tanpa batas dan di internet semua hal bisa di temukan. Berbagai sumber informasi benar maupun salah begitu mudah di dapatkan. Kemajuan ilmu pengetahuan di era milenial,terutama berkembang nya teknologi digital banyak memberikan manfaat positif,tetapi juga memberikan peluang yang besar terhadap dampak-dampak negatif kepada mahasiswa dan remaja umumnya. Pembelajaran mata kuliah Pendidikan agama Islam harus mengikuti zaman,yakni memanfaatkan media sosial yang mudah di gunakan dan familiar dengan mahasiswa sehingga mereka merasa senang dan nyaman untuk belajar. Pendidikan agama Islam di harapkan dapat membentuk karakter bangsa terutama mahasiswa agar dapat memanfaatkan hal-hal positif yang di ajarkan oleh agama Islam terutama akhlak dan moral yang baik. Pendidikan agama Islam di harapkan agar mahasiswa sebagai generasi milenial agar tidak di ambil alih oleh media sosial yang frekuensi nya lebih banyak daripada pembelajaran moral dan akhlak itu sendiri.
Kata kunci : media sosial,pendidikan agama Islam,pendidikan karakter
Abstrack
Social media has become the daily consumption of almost all people around the world. The most prominent thing about the millennial generation is that they are so infatuated with the internet and are information literate. The advancement of the internet seems to be a world without boundaries and on the internet all things can be found. Various sources of right and wrong information are so easy to get. Advances in science in the millennial era, especially the development of digital technology, provide many positive benefits, but also provide great opportunities for negative impacts on students and adolescents in general. Learning Islamic religious education courses must follow the times, namely utilizing social media that is easy to use and familiar with students so that they feel happy and comfortable to learn. Islamic religious education is expected to shape the character of the nation, especially students so that they can take advantage of the positive things taught by Islam, especially good morals and morals. Islamic religious education is expected so that students as the millennial generation are not taken over by social media whose frequency is more than moral and moral learning itself.
Keywords: social media, Islamic religious education, character education
A. Pendahuluan
Di era milenial atau era kekinian banyak sorotan bahwa media sosial yang telah mengambil alih pembentukan karakter bangsa. Hal yang paling menonjol dari generasi milenial adalah demikian gandrung dengan internet dan melek informasi. Kemajuan internet seakan menjadikan dunia tanpa batas dan di internet semua hal bisa di temukan. Berbagai sumber informasi benar maupun salah begitu mudah di dapatkan. Hal ini membutuhkan kejelian dalam mengambil sumber informasi dari sumber yang benar-benar dapat di pertanggung jawabkan,jika terjadi kesalahan informasi akan berakibat fatal.
Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi berdampak ganda. Dampak positif diantaranya memberikan kemudahan dalam komunikasi dan informasi, serta memberikan kemudahan dalam urusan ekonomi,sosial dan budaya. Akan tetapi dampak negatifnya juga besar dan tidak menutup kemungkinan berpotensi menyebabkan keretakan bangsa,terjadinya degradasi moral dan kejahatan-kejahatan dunia maya lainnya. Kondisi demikian amat mengkhawatirkan. Hal ini di perkuat dengan kecenderungan generasi muda yang menjadikan internet dan media sosial sebagai tempat mencari informasi. Tidak jarang,mereka menelan informasi tersebut mentah-mentah,tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Bahwa media sosial telah membentuk perilaku. Perilaku yang terus di ulang akan membentuk karakter. (Basarah 2021)
Di sinilah peran pembinaan moral yang terus di tanamkan terhadap anak didik terutama mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Qomaruddin Gresik,terutama pada mata kuliah Pendidikam Agama Islam harus terus di tanamkan pembinaan moral dan akhlak sesuai dengan ajaran syariat Islam yang benar. Selain itu,peran keluarga dalam memberikan pendidikan keagamaan dan literasi digital juga penting karena keluargalah institusi utama tempat proses sosialisasi seseorang terbentuk.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Peran Media Sosial dalam Menunjang Pembelajaran mata kuliah Pendidikan Agama Islam dan Pembinaan Karakter Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Qomaruddin Gresik?
B. Metodologi
Penelitian ini adalah mengkaji dari berbagai sumber literatur baik buku,artikel jurnal dan website untuk mendapatkan banyak masukan dan memberikan gambaran deskripsi terhadap perkembangan media sosial dan pengaruhnya dalam mendukung pembelajara mata kuliaj pendidikan agama Islam dan pembinaan karakter mahasiswa program studi teknik Informatika Universitas Qomaruddin Gresik.
C. Hasil dan Pembahasan Penelitian
Pendidikan dan Pengajaran Agama Islam
Pendidikan dapat diartikan sebagai bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi muda agar memiliki kepribadian yang utama. Dalam Islam pada mulanya pendidikan Islam disebut dengan kata "ta'dib."Kata "Ta'dib" mengacu pada pengertian yang lebih tinggi,dan mencakup unsur-unsur pengetahuan ('ilm) pengajaran (ta'lim) dan pengasuhan yang baik (tarbiyah). Akhirnya dalam perkembangan kata ta'dib sebagai istilah pendidikan telah hilang peredarannya,dan tidak dikenal lagi,sehingga ahli pendidik Islam bertemu dengan istilah At Tarbiyah atau Tarbiyah,sehingga sering disebut Tarbiyah. (Arfah,2018). Kaidah pendidikan termaktub dalam Al Qur'an QS Al Baqarah : 31) yang artinya :
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman : "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar. (QS.Al-Baqarah : 31)
Perkembangan Media Sosial
Media sosial adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya. Para pengguna media sosial berkomunikasi dan berinteraksi,saling kirim pesan,saling berbagi dan membangun jaringan. Media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di zaman Milenial
Di zaman era milenial 4.0, khususnya dunia pendidikan agama Islam,proses belajar dan mengajar agama islam telah berada dunia digital yang serba maju. Dalam kaitan ini, keberadaan dan peran media pembelajaran menjadi amat penting agar semakin efektif dan efisien proses pembelajaran. Karena kita semua akan hidup di dunia digital,tentu di dalam dunia pendidikan khususnya,persoalan kita tidak hanya materi yang dikuatkan,tapi juga medianya. (Ahmad,2018)
Pembinaan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam
Evaluasi dari keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat dinilai dengan tes formatif atau sumatif yang dinyatakan dalam skor. Tetapi tolak ukur dari keberhasilan pendidikan karakter adalah terbentuknya peserta didik yang berkarakter, berakhlak, berbudaya, santun, religius, kreatif, inovatif yang teraplikasi dalam kehidupan di sepanjang hayatnya. Oleh karena itu tentu tidak ada alat evaluasi yang tepat dan serta merta dapat menunjukkan keberhasilan pendidikan karakter (Ainiyah,2013).
D. Kesimpulan
Kemajuan ilmu pengetahuan di era milenial, terutama berkembangnya teknologi digital banyak memberikan manfaat positif, tetapi juga memberikan peluang yang besar terhadap dampak-dampak negatif kepada mahasiswa dan remaja umumnya. Pembelajaran mata kuliah Pendidikan agama Islam harus mengikuti zaman, yakni memanfaatkan media sosial yang mudah di gunakan dan familiar dengan mahasiswa sehingga mereka merasa senang dan nyaman untuk belajar. Pendidikan agama Islam diharapkan dapat membentuk karakter bangsa terutama mahasiswa agar dapat meemanfaatkan hal-hal positif yang di ajarkan oleh agama Islam terutama akhlak dan moral yang baik. Pendidika agama Islam diharapkan mahasiswa sebagai generasi milenial agar tidak diambil alih olehh media sosial yang frekuensinya lebih banyak daripada pembelajaran moral dan akhlak itu sendiri.
E. Daftar Pustaka
Ahmadi. (2018). Eksitensi media sosial dalam meningkatkan motivasi belajar santri. Al Fikrah, 1 (1), 46-55. Dan masih banyak lagi.
Jurnal lengkap nya bisa di cek di
https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Jurnal+pendidikan+agama+islam+mahasiswa&oq=#d=gs_qabs&u=%23p%3DGQPpA4riZsYJ
Komentar
Posting Komentar